Di penghunjung bulan Ramadhan ada beberapa negara yang melakukan adat tradisi mudik.Pada hari itulah mereka anggap hari yang paling cocok untuk bersiltuhrahmi dengan sanak keluarga mereka. Bagi mereka yang hidup di perantauan dengan meninggalkan tempat kerja, usaha, rumah, atau kantor untuk berbagi kebahagiaan bersama sanak famili menuju kampung halaman, sangatlah penting untuk mudik Lebaran yakni moment tahunan yang tidak bisa dilewatkan.
Lantas apa yang mereka dapatkan dari mudik itu sendiri?
Bila kita cermati, bagaimana keadaan dan kondisi saat mudik, secara garis besarnya kita akan mengalami berdesak-desakkan di kereta, berjubel di bis, dan kemacetan panjang di perjalanan. dan juga juga bagi pemakai sepeda motor dengan resiko kepanasan dan kehujanan.Kemudian over bajet keuangan anggaranpun mereka rela. Semua itu dilakukan dalam rangka merayakan hari Lebaran di kampung halaman, sekaligus untuk ajang silaturahmi bersama sanak-keluarga.
Mudik atau pulang kampung adalah hal yang dinantikan dan sekaligus merupakan salah satu kebahagiaan tersendiri, karena pada hari itu tercurahakan rindu untuk pulang ke tanah kelahirannya yaitu kampung halaman serta kangen akan kasih sayang dan belaian kasih kedua orang tua tercinta.semaksimal mungkin bagaimana dapat pulang kampung dan melaksanakan Sholat Id di kampung
halaman dengan baju baru dan penampilan baru, atau barang kali juga memperkenalkan istri atau suami atau menantu baru, bertemu dengan keluarga dan saling mememperkenalkan keluarga dengan sanak keluarganya. Hal ini dapat mempererat tali siltuhrahmi yang kuat.
Mudik sebagai sebuah fenomena sosial memang patut dicermati. Berdasarkan penelusuran sejarah mudik merupakan kebiasaan masyarakat Indonesia sejak zaman dahulu kala (prasejarah). Menelusuri sejarah manusia Indonesia yang merupakan keturunanMelanesia yang berasal dari yunnan, China. Nenek moyang bangsa Indonesia sejak dahulu kala dikenal sebagai bangsa pengembara. Mereka mengembara ke seluruh daerah untuk mencari sumber penghidupan. Setelah menemukan tempat yang cocok untuk mengembangkan pertanian maupun peternakan maka mereka akan menetap di daerah tersebut.Seperti layaknya manusia yang memiliki kerinduan terhadap sanak saudara. Manusia pra sejarah juga memiliki momentum tertentu untuk kembali ke daerah asalnya. Kegiatan seperti ritual penyembahan terhadap arwah nenek moyang menjadi alasan mereka kembali ke tanah leluhur mereka. Pada bulan-bulan tertentu yang dianggap baik, mereka berbondong-bondong meninggalkan rumah untuk kembali ke tanah asalnya. Karena saat itu agama belum berkembang, Perlahan budaya mudik pun mulai berubah motifnya. Pada era kerajaan majapahit kegiatan mudik menjadi tradisi besar yang dilakukan oleh warga kerajaan. Setiap tahun masyarakat beramai-ramai dari seluruh negeri (Filipina, Malaysia, Thailand, Brunei, dll) yang pada saat itu berada dalam wilayah kerajaan majapahit menuju ke pulau Jawa. Pulau Jawa sebagai pusat pemerintahan saat itu menjadi tujuan utama pemudik.animisme dan dinamisme menjadi latar belakang kegiatan mudik.
Semenjak masuknya islam ke Indonesia mudik juga mengalami perubahan. Mudik yang berasal dari kata udik yang artinya kampung dan beralih bahasa dengan penambahan “m” berarti kembali ke kampung. Perubahan yang ada yaitu perubahan motif, momentum hari raya iedul fitri menjadi alasan mudik. Mudik adalah sarana untuk berkumpul bersama keluarga serta silaturahmi dengan kawan serta kerabat. Karena orang yang rajin bersilaturahmi akan dimudahkan rizkinya oleh Allah SWT serta dimudahkan urusannya
Mudik Lebaran juga merupakan momentum untuk dapat bersilaturahmi dengan keluarga dan masyarakat setelah sekian lama tidak bertemu. Sebuah tujuan yang sangat mulia dan memiliki nilai ukhuwah yang sangat tinggi.
Mudik adalah kegiatan perantau/ pekerja migran untuk kembali ke kampung halamannya. Kata mudik berasal dari sandi kata bahasa Jawa ngoko yaitu mulih dilik yang berarti pulang sebentar. Mudik di Indonesia identik dengan tradisi tahunan yang terjadi menjelang hari raya besar keagamaan misalnya menjelang Lebaran. Pada saat itulah ada kesempatan untuk berkumpul dengan sanak saudara yang tersebar di perantauan, selain tentunya juga sowan dengan orang tua. Tradisi mudik muncul pada beberapa negara berkembang dengan mayoritas penduduk Muslim, seperti Indonesia dan Bangladesh. Dan ada beberapa lain yang melkukan mudik selain Indonesia. Negara tersebut adalah Arab Saudi, Pakitan, India, China dan Malaysia.






{ 0 ulasan... read them below or add one }
Catat Ulasan